Danau Biru Sawahlunto: Destinasi Wisata Bekas Galian Tambang yang Elok Dipandang

Tempat Wisata Sumatera Barat : Danau Biru Sawahlunto

Provinsi Sumatera Barat memiliki banyak potensi alam yang bisa ditelusuri dan diberdayakan. Salah satu potensi alam yang dimiliki oleh Sumatera Barat adalah hasil tambang, seperti batu bara, emas, nikel, dan lain sebagainya. Di balik itu semua, bekas galian tambang membawa berkah tersendiri dan memunculkan destinasi wisata baru bernama Danau Biru Sawahlunto.
Tempat Wisata Sumatera Barat : Danau Biru Sawahlunto
sumber : cadventura.com


Akhir-akhir ini  destinasi wisata Danau Biru ramai dikunjungi wisatawan. Meskipun destinasi wisata ini terbilang baru, namun keindahan dan keunikanya membuat wisatawan enggan melewatinya. Bahkan, Dinas Pariwisata Sawahlunto pun sedang mengembangkan wisata pada kawasan tersebut menjadi ikon destinasi wisata andalan Kota Sawahlunto.

Mengenal Sejarah Danau Biru Sawahlunto

sumber : bintravel.co.id

Kota Sawahlunto, Sumatera Barat memiliki sejarah panjang mengenai tambang, khususnya batu bara. Diawali dengan para ahli Geologi Belanda yang menemukan cadangan batubara dalam jumlah yang besar pada abad ke-19. Penelitian tersebut mengantarkan Kota Sawahlunto menjadi kota yang termasyhur akan hasil batubaranya pada tahun 1930-an.

Dengan kejayannya akan batubara pada masanya, Kota Sawahlunto ditetapkan menjadi kota tambang batubara terbesar dan tertua di Indonesia. Hal ini dapat dibuktikan dengan jumlah 30 juta ton batubara telah dieksploitasi selama 100 tahun terakhir. Namun, seiring berkurangnya cadangan batubara yang tersisa di alam, usaha pertambangan di Sawahlunto pun menurun pada akhir tahun 1990-an.

Akibat dari banyaknya usaha pertambangan yang terletak di Kota Sawahlunto, menyebabkan banyak pula bekas galian tambang. Galian tersebut kemudian dibiarkan begitu saja sebelum direvitalisasi oleh tiap perusahaan tambang yang telah habis izin usahanya.

Salah satu bekas galian tambang di Kota Sawahlunto yang terkenal adalah Danau Biru Sawahlunto. Danau ini adalah danau “buatan” karena terbentuk dari bekas galian tambang batubara yang sengaja dibuat pada tahun 1998. Perusahaan yang memiliki izin usaha atas galian batubara tersebut adalah PT Alied Indo Coal (AIC) Jaya. 

Bekas galian tambang batubara PT Alied Indo Coal (AIC) Jaya berubah menjadi danau ketika dipenuhi oleh air hujan. Warnanya yang biru, membuat danau ini juga dijuluki sebagai Danau Biru. Warna biru yang tampak terjadi karena adanya reaksi antara endapan air saat hujan dengan kadar asam yang tinggi pada air tersebut. Reaksi tersebut kemudian mengakibatkan refleksi cahaya matahari terhadap warna danau tersebut menjadi warna biru.

Jangan Salah Jalan, Inilah Rute dan Jalan Sawahlunto

Jika tertarik mengunjungi wisata sejarah tentang tambang serta ingin menikmati suasana yang berbeda, Danau Biru cocok untuk disambangi. Namun, harap bersiap karena destinasi wisata ini adalah bekas galian tambang sehingga lokasinya tersembunyi. Wisatawan harus menempuh medan yang cukup sulit untuk sampai bisa ke lokasi.

Jalan masuk menuju Danau Biru berupa tanah berbatu yang terjal. Ditambah lagi jalannya yang bergelombang - naik dan turun karena lokasi tersebut terletak di area pertambangan. Hal ini dikarenakan destinasi wisata Danau Biru terletak di area tambang, di mana seringkali truk dan alat berat lewat jalan tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya gunakanlah kendaraan bermotor yang tangguh untuk bisa sampai ke lokasi tersebut.

Rute yang dapat dipilih untuk mengunjungi Danau Biru tersebut adalah dengan memilih jalan yang menuju Puncak Cemara. Puncak ini kerap kali dijadikan wisatawan untuk melihat Danau Biru secara menyeluruh dari tempat ketinggian. 

Setelah melewati daerah Puncak Cemara, pilihlah Jalan Khatib Sulaiman yang kemudian dilanjutkan dengan jalan menuju ke Jalan Hamnan Nur. Sesampainya di sana, susuri Jalan Simpang Solok dan kemudian bertemulah dengan lokasi wisata kebun buah kandi Sawahlunto.

Jika menemui daerah Parambahan, Kecamatan Talawi maka artinya sedikit lagi sudah sampai daerah wisata Danau Biru. Apabila menemui persimpangan di sebelah kiri jalan daerah Kudus, terdapat penunjuk jalan menuju lokasi Danau Biru.

Jalan yang ditempuh sangatlah berbatu, sehingga disarankan pelan-pelan dan hati-hati dalam berkendara. Meskipun lelah karena sering terkena goncangan dalam perjalanan, pemandangan bukit barisan akan menjadi obat yang manjur untuk melepas penat. Apabila telah menemui papan nama Danau Biru, artinya telah sampai ditujuan.

Letak dan Lokasi Danau Biru Sawahlunto

Tempat Wisata Sumatera Barat : Danau Biru Sawahlunto
sumber : TML Adventure

Danau Biru Sawahlunto terletak di daerah Parambahan Kecamatan Talawi. Lokasinya berjarak kurang lebih 13km dari pusat Kota Sawahlunto, menuju ke arah destinasi wisata Istana Pagaruyung di daerah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Akses menuju Danau Biru yakni daerah Simpang Napa, Desa Tumpuak Tangah, Kecamatan Talawi, Sumatera Barat. Waktu yang ditempuh untuk ke Danau Biru dari pusat Kota Sawahlunto adalah 45 menit sampai satu jam. Namun jika perjalanan dimulai dari Kota Padang, membutuhkan waktu kurang lebih 5 – 6 jam.

Meskipun letaknya yang agak terpencil, Danau Biru ini tidak sulit untuk ditemukan. Letak wisata ini telah terdaftar di aplikasi Google Maps untuk memudahkan wisatawan dalam mencarinya. Hanya tinggal mengikuti arahan dari Google Maps, maka akan sampai ke tempat tujuan.

Cara lain adalah dengan berkendara ke Kota Sawahlunto. Jika telah sampai di Kota Sawahlunto, dapat bertanya pada penduduk lokal sekitar. Penduduk lokal setempat pasti tahu lokasi Danau Biru ini karena destinasi wisata ini sangat ramai dikunjungi wisatawan tiap harinya.

Tips Mengunjungi Objek Wisata Danau Biru Sawahlunto

Danau Biru Sawahlunto kini menjadi destinasi wisata unggulan yang dikunjungi di Kota Sawahlunto. Tidak hanya sebagai tempat untuk berfoto ria tetapi juga untuk menikmati suasananya ketika watu senggang. Sebetulnya, di Indonesia banyak ditemui danau “buatan” serupa Danau Biru. Kebanyakan lokasinya terdapat dibekas galian tambang, misalnya tambang nikel, logam, maupun batubara. 

Namun, Danau Biru ini memiliki tempat tersendiri di hati warga lokal dan wisawatan. Hal ini karena Danau Biru merupakan satu-satunya danau yang berada di Sawahlunto. Destinasi wisata Danau Biru ini gemar dikunjungi wisatawan meski cuacanya panas saat tengah hari karena kondisinya gersang dan tidak ada pohon untuk berteduh.

Meskipun matahari terik disiang hari, tidak menghalangi wisatawan untuk berkunjung ke Danau Biru ini. Semakin siang pengunjunya malah semakin banyak. Hal ini dikarenakan, pada siang hari merupakan waktu yang sangat baik untuk menikmati Danau Biru.

Danau Biru menampilkan warna yang cantik karena birunya danau, hijaunya pepohonan sekitar, serta putihnya tebing batu. Jika penasaran ingin mengunjunginya, simaklah tips berikut agar dapat menikmati Danau Biru dengan maksimal:

1. Waktu yang Tepat untuk Berkunjung

Waktu yang tepat untuk mengunjungi Danau Biru ini adalah pada siang hari. Disiang hari, matahari bersinar tepat di atas genangan air Danau Biru. Hal tersebut menyebabkan pantulan cahaya matahari membuat air danau semakin biru. Diwaktu inilah biasanya wisatawan berebut untuk mendapatkan foto terbaik.

2. Barang yang Sebaiknya Dibawa

Medan yang ditempuh untuk menikmati destinasi wisata ini cukup berat. Oleh karena itu, bawalah sedikit barang. Pastikan barang-barang yang digunakan benar-benar bermanfaat di sana. Disarankan untuk membawa payung atau topi untuk menghalau panas. Bisa juga memanfaatkan warung yang berjualan di area wisata Danau Biru ini.

Bawalah jas hujan atau payung untuk mengantisipasi jika cuaca tiba-tiba hujan. Hal ini dikarenakan di sekitar area Danau Biru tidak ada tempat berteduh ketika hujan. Jangan lupa untuk melindungi barang-barang bawaan, seperti kamera atau handphone.

Bawalah air minum yang berguna untuk mencegah dehidrasi, serta menyapu tenggorokan yang kering. Hal tersebut karena sepanjang perjalanan menuju Danau Biru sangat berdebu dan tidak ada orang berjualan makanan maupun minuman.

3. Pemilihan Pakaian 

Disarankan untuk memilih baju berlengan panjang karena cuaca di area Danau Biru sangatlah terik dan panas, apabila menunjunginya pada siang hari. Serta kondisi jalan yang berdebu memungkinkan kulit terkena pasir bekas galian tambang.

4. Jangan Pergi Sendirian

Pergilah beramai-ramai, selain semakin seru juga menjaga keamaan diri sendiri. Hal ini karena lokasi yang jauh dan masih terpencil. Di samping itu, jika kendaraan bermotor yang digunakan bermasalah, masih ada teman yang siap membantu.

5. Bereskan Urusan Perut

Pastikan sudah buang air besar dan kecil sebelum menuju lokasi karena Danau Biru belum tersedia fasilitas toilet yang memadai. Bawalah tisu basah dan kering untuk membersihkan diri setelah buang air besar maupun kecil. Tisu juga berguna untuk membersihkan diri dari debu yang menempel setelah menempuh perjalanan yang berat dan lama.

Itulah ulasan mengenai Danau Biru Sawahlunto, mulai dari mengenal sejarahnya sampai dengan tips ketika mengunjunginya. Pastikan cukup informasi sebelum mengunjunginya karena untuk mempermudah pencarian lokasi serta dapat menyiapkan diri dengan perbekalan yang lengkap. Pilihlah spot foto terbaik untuk mendapatkan hasil foto yang maksimal agar terdapat bukti kenangan yang cantik saat mengunjunginya.

0 Response to "Danau Biru Sawahlunto: Destinasi Wisata Bekas Galian Tambang yang Elok Dipandang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel